Nasi Pahit
Pagi ini mentari agak murung. S egerombolan awan mendung menutupi hampir seluruh lapisan atomosfer Indonesia. Sebuah rumah mungil di pedesaan menampakkan kepulan asap dari atap bagian belakangnya. Suara-suara gemlontang panci dan wajan pun terdengar beriringan begitu merdunya. Sesekali bau gurih ikan asin yang digoreng telanjang tercium dari luar . Alhamdulillah, sepertinya seluruh anggota penghuni rumah pagi ini masih bisa merasakan nikmatnya sarapan. Jam dinding menunjukkan pukul 7, seluruh penghuni rumah mulai bergegas berangkat ke rutinitas masing-masing. Mbah Uti mengawali nya dengan mengayun sepeda menuju Paud . Ibu k baru saja mengantar Ruhma ke Makdenya, dan biasanya sebentar lagi akan menyusul Mbah Uti ke Paud . S edangkan Mbah Kung seperti biasa meni k mati masa pensiunnya dengan bersih-bersih di kebun . Tapi hari ini ada yang berbeda . Bapak belum bangun. "Bapak, Ibuk berangkat dulu ya. Jangan lupa, nanti kunyitnya diminum." , pesan Ibuk, s...