Perihal Mimpi
Ada yang mengatakan, mimpi mempunyai arti. Ada yang mengatakan, mimpi hanya ‘kembange turu’ belaka. Ada juga yang mengatakan secara sains, mimpi terjadi karena ‘kebocoran memori’ (jal Googling). Dalam hal ini, saya memilihi netral saja. Artinya, saya tidak terlalu membenarkan, juga tidak mengabaikannya begitu saja. Karena beberapa mimpi manusia juga terbukti menjadi kenyataan. Tapi tetap sasaja saya tak terlalu menghiraukannya.
Tapi saat ini saya ingin dan merasa perlu, menceritakan beberapa mimpi saya, yang entah itu mempunyai arti atau hanya sekadar kebocoran memori belaka. Yang jelas, ketika saya mengalami mimpi itu, saya bangun dalam keadaan ketakutan. Orang lain plis tidak usah membesar-besarkan, karena saya juga tidak terlalu menghiraukannya.
Yang pertama, dulu waktu masih kecil. Saya bermimpi sekeluarga satu rumah saya sedang sarapan pagi lauk kluban (sayur urap), dan saya tidak kebagian. Di kehidupan nyata saat itu, saya tidak terlalu suka kluban. Tapi entah kenapa ketika saya bermimpi tidak kebagian makan kluban itu, saya seketika terbangun dan menangis sendiri.
Yang kedua, terjadi saat saya masih MI. Pada saat itu saya bermimpi, di sekeliling rumah saya dikepung banyak sekali macan tutul dan harimau. Saya jelas tidak berani keluar. Tapi macan-macan itu juga tidak berani masuk rumah saya karena ternyata di dalam rumah saya sendiri ada seekor singa yang ukurannya sangat besar sekali, yang tiba-tiba saja mengejar saya dari ruang belakang. Ini saya juga seketika bangun dan ketakutan.
Yang ketiga dan keempat terjadi saat masa-masa MA dan kuliah. Di masa-masa itu saya sedang mengalami pendadaran hebat dalam hidup saya. Di rumah, saya sedang digembleng oleh Bapak saya untuk mempersiapkan diri menjadi pengganti beliau. Dalam hal organisasi dan pergaulan di luar, ada beberapa tradisi yang menjadi kontradiksi dengan keyakinan saya pribadi (pada saat itu). Satu sisi, saya juga harus memikirkan tugas-tugas sekolah dan kuliah saya. Jadi saya sering stress saat itu.
Mimpi yang ketiga itu adalah, saya bermimpi sedang asyik di kamar (jangan ngeres, asyik di kamar bisa berarti main hp atau hanya sekadar tidur-tiduran). Saat sedang di kamar itu, saya dipanggil oleh Bapak saya untuk apa gitu. Tapi saya tidak menghiraukannya, karena dalam mimpi itu saya sedang mager. Tiba-tiba, sesosok pria yang mungkin diagung-agungkan beberapa orang, yang saya sendiri (pada waktu itu) tidak telalu nggubris sosok itu. Yaitu Gus Dur. Tiba-tiba saja beliau masuk ke kamar saya seraya berkata. “KAE RONO, DINTENI WONG AKEH!” Sungguh, seketika saya terbangun dan menangis sejadi-jadinya.
Yang keempat terjadi ketika dulu sedang trennya sholawatan ala Habib Syech. Pada saat itu, saya selaku anak yang sejak kecil sudah suka shalawatan, kemudian melihat orang-orang yang mungkin (amit sewu) masih suka maksiat, tiba-tiba suka shalawatan, itu jujur, saya justru menjadi benci shalawatan dan orang-orang yang melantunkannya. Di saat-saat terjadi gejolak dalam diri saya itu, suatu hari saya bermimpi bertemu Habib Lutfi (Sekali lagi, anda tidak perlu membesar-besarkannya, karena saya juga tidak terlalu menghiraukannya). Dalam mimpi saya itu, Habib Lutfi tidak berkata apa-apa. Beliau hanya diam, dan cenderung memalingkan muka dari saya. Saya bangun dong.
Yang kelima terjadi malam ini. Ceritanya kemarin saya mengikuti acara Ansor desa saya di suatu tempat. Perjalanan menuju kesana kami tempuh menggunakan mobil pribadi milik beberapa anggota yang memiliki mobil pribadi. Kebetulan saya ikut di mobilnya Sahabat Pak Harmanto, ketua panitia dalam acara itu.
Karena asli model saya yang bukan cap sugeh, mabuklah saya naik mobil itu. Karena saya tidak kuat berada di dalam mobil, saya ijin sama Pak Harmanto untuk turun saja, dan minta tolong orang di pinggir jalan untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Ngojek dadakan istilahnya.
Di rumah, saya terbaring tak berdaya. Seusai shalat maghrib, saya ketiduran. Dalam tidur itu saya bermimpi, saya sedang mengajar di kelas, di mana saat itu pembelajarannya disetting seperti sedang dalam keadaan perang. Saya tidak berani menceritakan detailnya. Seusai ngajar, scene mimpi saya berpindah ke suatu tempat, di mana banyak sekali anak-anak berseragam tentara, yang sedang menjalani pendidikan militer. Yang membuat saya kaget dan terbangun adalah, di tempat itu saya berkonsultasi kepada salah satu tentara yang bertugas di sana, terkait rencana pendidikan anak sulung saya nantinya!
Kenapa mimpi melihat orang-orang berseragam militer membuat saya terbangun ketakutan?! Karena selama ini saya tidak terlalu peduli dengan orang-orang berseragam militer dan dunianya!
Lalu, apakah mimpi saya malam ini ada artinya?
Jangan repot-repot mengartikannya, karena saya sendiri juga tidak peduli.

Komentar
Posting Komentar