Menjadi Pengajar di Desa Sendiri

 


Perkenalkan, nama saya Ragil Basuni, usia (saat ini) 27 tahun. Terlahir di sebuah desa bernama Tambaksari, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal Jawa Tengah Indonesia. Kode pos? 51354.

Saya bekerja sebagai seorang pengajar di MI di desa saya sendiri.

Sebelumnya, setelah lulus kuliah, saya mengajar di MI di desa sebelah. Namun karena alasan membutuhkan guru laki-laki, saya ditarik untuk mengajar di desa sendiri. Ini salah satu keunggulan desa saya, tak pernah mau kalah.

Semua ada hikmah. Selain lebih dekat dengan rumah, saya menjadi lebih bisa mengibarkan nama saya di desa sendiri. Memang, ini bukanlah yang saya inginkan. Tapi, boleh juga.

Yang tidak mengenakkan dari mengajar di sekolah di desa sendiri adalah, kamu harus bisa menjaga image pagi-sore-siang-malam. Karena kamu adalah sosok "Guru" di mata masyarakat, tidak hanya di sekolah. Terlebih lagi jika kamu adalah seorang Imam Musholla.

Yang paling tidak mengenakkan lagi ketika datang saatnya penerimaan siswa baru. Kamu harus kerja ekstra dalam rangka mencari murid baru agar mendaftar di sekolah kita.

Jika melihat "pamor" kita di masyarakat, seharusnya bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk bisa menarik minat para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah kita. Tapi faktanya? Sampai saat ini saya masih mencari jawabannya.

Namun itu bukanlah masalah. Dimanapun saya berada, bagaimanapun kondisinya, mengajar adalah salah satu jalan jihad yang bisa saya lakukan. Alhamdulillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Pahit

Sunrise di Desa Tercinta

Perihal Mimpi