Menikah; Sebuah Awal atau Sebuah Akhir dari Sebuah Cerita

 


Saya kecewa dengan alur cerita komik serial Naruto yang berakhir di pelaminan. Maksud saya, happy ending is good, but.. come on, apakah nikah itu akhir dari segalanya?

Saya termasuk generasi yang 90% proses pendewasaannya 'dibantu' oleh manga ini. Mulai dari memahami kenapa Sasuke, teman Naruto, memilih jalan gelapnya, meski akhirnya ia kembali. Juga villain Pain, yang meneror Konoha secara membabi buta yang menatasnamakan 'kebenaran'.

Oh iya, negitu juga Itachi. Pokoknya banyak deh.

Bagaimana dengan si Tokoh Utama? Aaah, kok, masak setelah nikah, tamat si?

Padahal saya sangat ingin sekali melihat bagaimana Naruto membina rumah tangganya, bagaimana dia mengatur era pemerintahannya.

"Kan masih dilanjut di era Boruto??"

Woi, bangun!! Di serial Boruto itu Naruto mati!!

Di Indonesia, serial anime Naruto tamat di tahun 2017. Eh iya apa ya, saya lupa. Yang jelas, di tahun itu saya baru saja selesai kuliah S1. Yang artinya, kehidupan sebenarnya baru akan saya mulai. Dan tokoh panutan saya, tamat setelah nikah? Duh, emang hidup itu harus sesingkat itu ya?

2017 selesai kuliah, saya tidak kemana-mana. Ya.. karena saya anak terakhir. Tentang kisah saya soal anak terakhir ini bisa kamu baca pada tulisan yang lain.

Wisuda Juli 2017, Oktobernya saya ngajar di sebuah instansi pendidikan di desa sebelah (baca : Menjadi Pengajar di Desa Sendiri).

Pertama kali gajian, wuh, rasanya.. "Ternyata begini rasanya dapat gaji", saya senang bukan main. Meski tak seberapa.

Dengan upah ngajar yang tak seberapa itu saya sudah berimajinasi menggunakannya untuk merintis usaha, syukur-syukur nanti saya bisa lanjut S2 dengan itu.

Tapi bagaimana respon orang tua? Semuanya suruh nyimpen buat beli mas kawin! Yang artinya apa? Saya disuruh segera menikah!! Kok sama dengan kisah Naruto ya? Berarti kisah saya juga hampir tamat? Jodoh juga belum ada.

Semenjak saat itu saya jelas dapat PR kan, harus segera cari calon mantu buat bokap-nyokap.

Alhamdulillah, di tahun 2018 saya bertunangan, dengan seorang wanita cantik pilihan Allah. Kemudian kita nikah di tahun 2019 nya.

***

Setelah saya menikah, saya mulai sedikit memahami kenapa Masasi Kishimoto mengakhiri manga Naruto karangannya itu setelah si tokoh utama menikah, dan menjadi Hokage.

Masa remaja adalah masa terberat dalam proses perjalanan psikologis seseorang. Matang tidaknya kedewasaan seseorang sangat dipengaruhi oleh fase ini.

Dan setelah Kishimoto merasa berhasil mengantarkan generasi kami melalui fase itu, ia percaya kami bisa mengemban Jalan Ninja kita masing-masing.

Seperti halnya para orang tua yang tak bisa berhenti mempercayai anak-anak mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Pahit

Sunrise di Desa Tercinta

Perihal Mimpi